LAVEAS
Konsultasi Gratis
Studi Kasus · Kitchen Set

Kitchen Set Navy di Rumah Bogor

Sebuah ruang kosong di rumah kawasan Bogor kami ubah jadi kitchen set berbentuk L. Kabinet bawah navy, kabinet atas putih, dan sink diletakkan tepat di bawah jendela supaya kegiatan cuci-mencuci tetap kebagian cahaya alami.

BogorLokasi
10 m², 3,3 × 3,1 meterLuas Area
Modern minimalisKonsep Desain
4 MingguDurasi Pengerjaan
2025Tahun Selesai
Kondisi sebelum dikerjakan — Kitchen Set Navy di Rumah Bogor
Hasil setelah dikerjakan — Kitchen Set Navy di Rumah Bogor
Tantangan

Ruangnya masih kosong, dan tidak ada titik air sama sekali

Yang kami terima di awal bukan dapur lama yang perlu dirombak, melainkan ruangan kosong: dinding plester polos, keramik lama berukuran kecil, dan satu jendela di sisi kiri. Tidak ada titik air maupun jalur gas yang bisa dijadikan patokan — selain posisi jendela itu sendiri. Pemilik rumah ingin kitchen set yang benar-benar dipakai memasak setiap hari, bukan sekadar pajangan. Masalahnya ruangan ini tidak lebar. Kalau kabinet dipasang mengelilingi tiga sisi, orang yang memasak akan terasa terkurung, apalagi kalau ada dua orang di dapur pada waktu bersamaan. Ada satu hal lagi yang khas rumah di Bogor: udaranya lembap hampir sepanjang tahun. Itu membuat pemilihan material tidak bisa asal — kabinet yang menyerap uap akan menggelembung dalam hitungan bulan, dan kerusakan seperti itu tidak bisa diperbaiki sebagian.

Solusi

Bentuk L, dan material yang disiapkan untuk udara lembap

Kabinet disusun huruf L memakai dua dinding saja, menyisakan sisi seberang tetap lapang untuk lalu-lalang. Sink ditaruh persis di bawah jendela — bagian dapur yang paling lama ditunggui orang, jadi sekalian mendapat cahaya dan pemandangan keluar. Kompor menempati sisi panjang dengan hood tepat di atasnya supaya asap tidak menyebar ke ruang sebelah. Untuk melawan kelembapan, korpus memakai multipleks 18 mm yang seluruh sisinya tertutup HPL, dengan tepi diberi edging ABS. Sambungan yang tertutup rapat inilah yang menahan uap masuk ke serat kayu — bagian yang paling sering dilewatkan pada kitchen set berharga murah, dan baru ketahuan setahun kemudian. Warna dibagi dua: navy di bawah supaya noda tidak cepat terlihat dan ruang terasa punya pijakan, putih di atas supaya bagian atas tidak menekan. Laci alat makan ditempatkan paling dekat dengan area cuci, mengikuti kebiasaan orang membereskan piring setelah mencuci.

Korpus kabinetMultipleks 18 mm, interior HPL putih
Finishing pintuHPL matte navy dan putih, edging ABS
CountertopEngineered quartz putih, tebal 20 mm
BacksplashKeramik subway putih 7,5 x 15 cm
HardwareEngsel dan rel laci soft-close
HandleMetal, finishing brushed nickel
SinkStainless steel 304, pemasangan undermount
LantaiHomogeneous tile abu-abu 60 x 60 cm

Ingin Konsep Serupa untuk Rumah Anda?

Konsultasi & survey lokasi gratis, tanpa komitmen.